Harga Minyak Dunia Terus Merosot, Apa Dampaknya Bagi RI?

Harga minyak dunia terus merosot hingga menembus level US$ 36 per barel. Bahkan, dalam 1,5 tahun terakhir, harga minyak dunia sudah anjlok 68%. Diperkirakan, harga minyak dunia masih akan merosot di tahun depan.

Oil rig pumpjacks extract crude from the Wilmington Field oil deposits area where Tidelands Oil Production Company, which is owned by Occidental Petroleum Corporation, operates near Long Beach, California

Oil rig pumpjacks, also known as thirsty birds, extract crude from the Wilmington Field oil deposits area where Tidelands Oil Production Company, which is owned by Occidental Petroleum Corporation (Oxy), operates near Long Beach, California July 30, 2013. REUTERS/David McNew

Lantas, apa dampaknya bagi perekonomian Indonesia?

Ekonom Senior Mandiri Sekuritas Leo Putra Rinaldy mengatakan, merosotnya harga minyak dunia ini tentu berpengaruh terhadap perekonomian dalam negeri.

Hal yang paling mendasar adalah soal pendapatan negara. Di saat harga minyak terus merosot, otomatis pendapatan negara dari sektor migas juga turut anjlok. Namun, di sisi lain, biaya pemerintah untuk mengimpor juga bisa berkurang.

“Buat government jelek karena asumsi oil price di 2015 rata-rata US$ 50, kalau asumsikan harga oil di bawah US$ 50 per barel, maka risiko di sisi revenue pemerintah bisa terganggu. Di sisi lain, kita kan net importir, kalau penurunan harga minyak, itu positif buat trade,” jelas dia.

Di sisi lain, Leo menyebutkan, dengan penurunan harga minyak dunia yang begitu tajam, pemerintah seharusnya mengkaji untuk bisa menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

“Kenapa kita belum menikmati penurunan harga BBM, harga minyak dunia sudah ke US$ 36 per barel. Kalau BBM diturunkan di awal tahun, inflasi terkendali, maka BI rate ada ruang untuk penurunan,” kata dia.

Dalam kesempatan yang sama, Department Head Industry and Regional Research Bank Mandiri Dendi Ramdani mengungkapkan, harga minyak dunia ke depan tidak akan terperosok terlalu dalam.

Permintaan minyak masih akan tinggi, terutama India yang merupakan importir minyak terbesar saat ini.

“Harga minyak tidak akan turun terlalu tajam. Masih ada importir terbesar yang akan menyerap produksi minyak yaitu India. Kalau harga minyak terus turun, investasi oil and gas akan sulit. Dari sisi domestik, kalau makin turun akan parah, dampak jangka panjang sulit untuk lifting minyak yang ditargetkan pemerintah,” tandasnya.

Sumber: http://finance.detik.com/read/2015/12/21/181547/3101628/1034/harga-minyak-dunia-terus-merosot-apa-dampaknya-bagi-ri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s