Ini yang Terjadi Pada 13 Jam Pertama Setelah Gegar Otak Atau Cedera Kepala

Jakarta, Sebagian orang tentu pernah mengalami cedera kepala atau mungkin gegar otak selama hidupnya. Kini sebuah studi terbaru memberikan informasi tentang apa yang terjadi dalam beberapa jam pertama setelah mengalami gegar otak.

Para peneliti menemukan bahwa dalam 13 jam pertama setelah gegar otak, ada penurunan aktivitas di daerah tertentu dari otak belahan kanan. Namun sekitar 7 minggu setelah gegar otak, justru akan ada lebih banyak aktivitas di daerah otak tersebut pada orang yang mengalami gegar otak jika dibandingkan orang yang tidak mengalaminya, seperti dikutip dari Huffington Post, Jumat (30/8/2013).

“Sifat hiperaktif ini mungkin merupakan respon kompensasi otak yang sedang dalam tahap pemulihan,” ungkap salah seorang peneliti, Thomas Hammeke, Ph.D., yang sekaligus seorang profesor psikiatri dan kedokteran perilaku di Medical College of Wisconsin.

Menurutnya, ini merupakan studi pertama yang menunjukkan adanya pembalikan pola aktivasi otak dan bukti adanya perkembangan gejala dari cedera melalui pemulihan klinis. Hammeke melakukan penelitian ini bersama peneliti-peneliti lain dari Cleveland Clinic, St. Mary’s Hospital, The University of North Carolina, Franklin College dan the Marshfield Clinic.

Penelitian ini dilakukan dengan melibatkan 12 orang responden. Ke-12 responden ini merupakan pemain sepak bola tingkat sekolah menengah atas yang pernah mengalami gegar otak. Tim melihat gejala gegar otak dan scan otak dari 12 pemain sepak bola tersebut. Mereka juga kemudian melihat scan otak dari 12 pemain sepak bola yang tidak pernah mengalami gegar otak.

Hasilnya, responden yang mengalami gegar otak memiliki gejala kognitif seperti reaksi melambatnya fungsi kerja otak, hingga 13 jam setelah mengalami gegar otak. Namun, fungsi kemampuan otak dan waktu reaksi kembali normal setelah para peneliti menindaklanjuti para responden sekitar 7 minggu kemudian.

Awal tahun ini, sebuah studi lain dari peneliti New York University’s Langone School of Medicine menunjukkan bahwa gegar otak tunggal dapat memicu penurunan volume otak.

Hasil studi ini telah diterbitkan dalam The Journal of the International Neuropsychological Society.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s